Di Kantor Waktu Itu
Hari ini saya duduk di depan leptop kesayangan saya lagi.
Sebenarnya saya ingin berbagi sedikit tentang apa yang saya alami saat ini.
Tepat di hadapan saya, ada seorang ceweyang tidak lain adalah teman kerja saya.
Ketika itu sebanarnya dia ingin bertanya-tanya sedikit tentang masalah
pekerjaan kepada saya, sambil istirahat makan. Tapi karna mungkin saya lagi
asyik sama leptop kesayangan saya, dia merasa minder sndiri.
Oh iya saya sebenarnya adalah orang yang suka menyendiri.
Semua sedang asyik ngobrol sama teman-temannya ketika jam istirahat, saya malah
mojok sendiri ditempat kesukaan, bersama kesayangan saya. Heheheh, bukan
berarti saya tidak memiliki teman ngobrol loh, tapi sebenarnya saya ingin
memanfaatkan waktu dengan baik, walau hanya sekedar menulis saja di blog yang
usang ini.
Di hari ini cuaca diluar sangat cerah sekali, sehingga
membuat badan ini tersa agak gerah. Keringat pun mulai menetes, pada hal saya tidak melakukan
pekerjaan yang sulit amat. Ruangan yang tadinya sejuk, sekarang kok jadi tambah
panas, saya pun mulai bergegas pindah ketempat yang agak sejuk, yaitu dibawah
pohon rindang tepat didepan kantor, sambil tetap menyalakan leptop dan
melanjutkan tulisan saya.
Saya ini sebenarnya seorang mahasiswa yang kuliah disalah
satu perguruan tinggi informatika. Hehehe, karna ekonomi orang tua saya tidak cukup untuk membiayai kuliah saya, dan
saudara-saudara saya. Saya memutuskan untuk bekerja di salah satu perusahaan
swasta, supaya kebuatuhan kuliah saya dapat terpenuhi. Agar ketergantungan
kepada orang tua, mulai berkurang, walau sebenarnya upah yang saya terima
sebanarnya tidak masih dibawa kata standar, tapi tak apalah demi masa depan
saya, dan untuk membahagiakan kedua orang tua serta keluarga, saya harus tetap
berusaha walaupu harus bekerja sambil
kuliah.
Di hari yang cerah itu dan sedang asyik menulis saya melihat
ada seorangkakek tua yang sedang memungut botol - botol bekas di pinggir jalan,
padahal saat itu matahari sangat panas sekali, wah tpi bapak tua yang satu ini
tidak pantang menyerah dia pun tetap memungut botol bekas. Karena rasa keperihatinan
say, saya pun memanggil bapak itu untuk sekedar berteduh di bawah pohon bersama
saya. Disana kami mulai bercerita, dan ternyata walaupun bapak itu hanya
seorang pemulung atau pemungut botol bekas, namun anak-anaknya sudah serjana
semua, dan malahan sudah ada yang menjadi manager di salah satu perusahaan
terbesar. Saya pun berpikir kenapa bapak tidak tinggal bersama anak - anaknya
yang sudah sukses. Tapi ada satu kalimat yang saya dengar dari ucapan bapak
itu, di mengatakan begini : "Sebuah hal kecil yang kita mulai dari awal
menjadi besar, jangan sampai kita biarkan atau kita tinggalkan begitu
saja". Wah.... gila sebuah kalimat yang sangat tajam sekali, dan memiliki
makna yang mendalam. Dari situ saya merasa takjub sekali dengan bapak tua itu, tapi
ada satu nasehat yang ia brikan kepada saya ketika itu, yaitu "Nak...
kalau kamu sudah memilih untuk bekerja di salah satu bidang atau bagian
tertentu, kamu harus bisa mencintai pekerjaan itu. Lakukanlah sesuai apa yang
anda bisa, tapi jangan sampai menggunakan cara licik supaya dikatakan
bisa". Setelah percakapan itu bapak tua itu langsung pamit dan melajutkan
pekerjaan-nya. Saya pun terbengong dengan ucapan bapak tadi.
Beberapa menit kemudian saya pun menyudahkan penulisan saya,
karna jam istirahat kami sudah habis. Di ruangan saya bekerja saya masih saja
kepikiran dengan perkataan bapak itu, konsentrasi saya hanya tertuju kepada
bapak itu. Rasa ingin tau saya tentang bapak itu mulai tersirat di benak saya.
Tapi saya berusaha untuk tetap fokus dan menyelesaikan pekerjaan saya yang
tinggal sedikit lagi selesai itu. Sebenarnya setelah selesai pekerjaan, saya
ingin mengikuti kemana bapak tua itu jalan dan dimana dia tinggal. Tapi bapak
tua itu sudah keburu jalan, dan saya pun tidak menemui bapak tua itu.
Oh iya, saya ada janji dengan seseorang ne, nanti baru di
lanjutkan jalan-jalanNya, maklum saja anak jalanan. Sekian dari saya terima
kasih.

Komentar
Posting Komentar