Malam Pergantian Tahun
Malam itu banyak orang berkumpulan dengan keluarga masing- masing, merayakan hari itu dengan petasan dimana-mana. Pancaran petasan membuat langit yang gelap menjadi indah, ribuan petasan di luncurkan guna memeriahkan hari itu. Terdengar juga suara orang bernyanyi, berjoget dengan musik yang begitu mengundang selera, ada yang dangdut, dj, rege, hip-hop, dan masi banyak lagi. Tapi yang sering di dengar adalah musik Dj, setiap orang memainkan musik ini sembari menikmati hiru pikuknya orang yang berlalulalang di depan jalan sana.
Malam itu ada yang hanya sekedar nonton kembang api, ada juga yang hanya sekedar bersalaman dengan orang sekita, dan ada juga yang masih bekerja, walau hasrat ingin bergabung bersama terasa besar, tapi karena tuntutan pekerjaan membuat mereka profesional dalam bekerja.
Ketika semua orang merayakan hari itu, saya sendiri hanya duduk di sebuah lorong kecil, sembil memegang sebuah gitar. Entah apa tujuan saya memegang gitar, tapi itu semua hanya sebuah lelucon yang menemani saya saat semua terbakar dengan hingar bingar dunia. Bukan saya tak mau bergabung, bukan saya lagi sedih atau apalh itu. Saya cuman berpikir apakah setelah hari itu, semua yang akan dilakukan kedepannya akan lebih baik atau malah akan berjalan ditempat saja. Saat itu saya memikirkan semua tujuan yang ingin saya capai di tahun yang akan datang. Memang tak mudah punya impian, dan tercapai impian itu. Semua itu harus di imbangi dengan kerja keras dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa,, supaya semua yang di impikan itu dapat berjalan lancar.
Bertindaklah seperti pahat, jangan bertindak seperti Patung emas bernilai tinggi, terdiam dan tak berbuat apa-apa?. Sebuah pahat dapat mengukir banyak patung, begitu pula dengan impian kita, kita ukir saja, di barengi dengan kerja keras dan doa semua itu dapat tercapai.
Memang di kala kita mengukir, ada hal-hal yang membuat kita bimbang. Pertanyaan akan muncul begitu saja di kepala kita masing-masing. Tapi kita harus tetap percaya bahwa itu semua dapat kita raih.
Lorong yang sempit itu membuat saya merasa, bahwa impian kita harus seluas cakrawala, jangan seluas lorong sempit, dengan udara yang sedikit yang dapat membuat kita sewaktu-waktu sesak nafas.
Buat apa kita merayakan semua itu, bila orang disekeliling kita merasa marah dan tidak suka kepada kita. Dengan keberadaan kita membuat mereka tidak tenang dan membuat meraka merasa kurang nyaman berada di dekatmu. Kadang hanya air mata yang dapat mereka berikan untuk melampiaskan segala kekesalan yang ada. Dengan begitu segala daya dan upaya kita untuk mencapai suatu tujuan yang besar menjadi terhalang karena banyaknya aura negatif yang menghalangi kita disebabkan oleh sikap dan tingkah laku kita.
Kapan kita akan menyadari diri ketika hari itu telah lewat. Apakah kiata akan menunggu lagi hari yang sama ditahun-tahun yang akan datang. Atau kita menunggu setelah petasan akhir tahun di nyalakan. semuua itu adalah pilihan kita, tapi apabila kita salah menentukan maka ketidak puasan akan selalu ada dalam diri kita sampai kapan pun.
Di hari itu saya hanya berharap bahwa hargailah orang di sekitarmu, apalgi orang tua mu yang membesarkanmu. setiap air mata yang keluar dari merekan adalah yang menetukan tujuan akhir hidup kita. Karena saya percaya bahwa doa dari orang tua itu adalah doa yang paling manjur.

Komentar
Posting Komentar